وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, atau mendustakan kebenaran ketika ia datang kepadanya? Bukankah dalam Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir?

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُwa-man azhlamu mimmani ftaraa alaa llaahi kadziban aw kadzdzaba bi-l-haqqi lammaa jaa'ahudan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, atau mendustakan kebenaran ketika ia datang kepadanya
  2. أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَa-laysa fii jahannama matswan li-l-kaafiriinabukankah dalam Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir
Aplikasi

Pertanyaan retoris yang tajam: 'siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, atau mendustakan kebenaran ketika ia datang?', dua bentuk pelanggaran serius yang setara bobotnya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar zh-l-m, f-r-y, a-l-h, k-dz-b, h-q-q, j-y-a, l-y-s, ts-w-y, k-f-r): iftaraa alaa llaah kadhiban diterjemahkan 'mengada-adakan kebohongan terhadap Allah' (akar f-r-y + akar k-dz-b); kadhdhaba bi-l-haqq diterjemahkan 'mendustakan kebenaran' (akar k-dz-b + akar h-q-q, dua kezaliman terbesar: dusta atas Allah & tolak kebenaran); mathwaa diterjemahkan 'tempat tinggal' (akar ts-w-y). footnote dibuang.