Ayat 29:2
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan berkata, "Kami telah beriman," sedang mereka tidak diuji?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُواa-hasiba n-naasu an yutrakuuapakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan
- أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَan yaquuluu aamannaa wa-hum laa yuftanuunaberkata, kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji
Aplikasi
Pertanyaan penting yang membuka surah: 'Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan berkata, Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji?', pengingat bahwa klaim keimanan verbal saja tidak cukup tanpa pembuktian melalui ujian nyata. Konkretnya: menyadari bahwa mengucapkan komitmen atau keyakinan saja tidak cukup, pengujian nyata (kesulitan, godaan, tantangan) adalah bagian tak terelakkan dari proses membuktikan komitmen tersebut secara genuine.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar h-s-b, n-w-s, t-r-k, q-w-l, a-m-n, f-t-n): ahasiba n-naas an yutrakuu diterjemahkan 'mengira mereka dibiarkan' (akar h-s-b + akar t-r-k); aamannaa diterjemahkan 'kami beriman' (akar '-m-n); laa yuftanuun diterjemahkan 'tidak diuji' (akar f-t-n, iman diuji, bukan sekadar diucap; prinsip fundamental). gloss '(hanya dengan)' dibuang.
Ayat 29:3
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
Sungguh, Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka. Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui para pendusta.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْwa-la-qad fatannaa lladziina min qablihimsungguh, Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka
- فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَfa-la-ya'lamanna llaahu lladziina sadaquu wa-la-ya'lamanna l-kaadzibiinaAllah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui para pendusta
Aplikasi
Pola historis yang konsisten: 'Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka. Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui para pendusta', ujian bukan fenomena baru, melainkan mekanisme konsisten untuk membedakan komitmen yang tulus dari klaim kosong.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).