فَلَمَّا جَاءَهُمْ مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا بَيِّنَاتٍ قَالُوا مَا هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُفْتَرًى وَمَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ

Ketika Musa mendatangi mereka dengan tanda-tanda Kami yang nyata, mereka berkata, "Ini hanyalah sihir yang dibuat-buat, dan kami tidak pernah mendengar tentang ini dari nenek moyang kami dahulu."

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. فَلَمَّا جَاءَهُمْ مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا بَيِّنَاتٍfa-lammaa jaa'ahum muusaa bi-aayaatinaa bayyinaatinketika Musa mendatangi mereka dengan tanda-tanda Kami yang nyata
  2. قَالُوا مَا هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُفْتَرًىqaaluu maa haadzaa illaa sihrun muftaranmereka berkata, ini hanyalah sihir yang dibuat-buat
  3. وَمَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَwa-maa sami'naa bi-haadzaa fii aabaa'inaa l-awwaliinadan kami tidak pernah mendengar tentang ini dari nenek moyang kami dahulu
Aplikasi

Respons penolakan yang familiar: 'sihir yang dibuat-buat. kami tidak pernah mendengar ini dari nenek moyang kami', pola penolakan yang sama muncul lagi, kombinasi tuduhan dan dalih tradisi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. '