وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَٰنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kalian kepada Ar-Rahman," mereka berkata, "Dan apakah Ar-Rahman itu? Apakah kami akan sujud kepada apa yang engkau perintahkan kepada kami?" Dan hal itu menambah mereka menjauh.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَٰنِwa-idzaa qiila lahumu sjuduu li-r-rahmaanidan apabila dikatakan kepada mereka, sujudlah kalian kepada Ar-Rahman
  2. قَالُوا وَمَا الرَّحْمَٰنُqaaluu wa-maa r-rahmaanumereka berkata, dan apakah Ar-Rahman itu
  3. أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَاa-nasjudu li-maa ta'murunaaapakah kami akan sujud kepada apa yang engkau perintahkan kepada kami
  4. وَزَادَهُمْ نُفُورًاwa-zaadahum nufuurandan hal itu menambah mereka menjauh
Aplikasi

Penolakan yang mengherankan: 'Apakah Ar-Rahman itu? Apakah kami bersujud kepada yang engkau perintahkan?', reaksi defensif terhadap nama yang tidak dikenal justru 'menambah mereka makin lari' alih-alih mendorong rasa ingin tahu.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

KEMENAG MENGABURKAN BUKTINYA: ia menulis 'SIAPAKAH Yang Maha Pengasih itu?', dua penyimpangan sekaligus. (a) *maa* ('apa') diterjemahkan 'siapa': 'siapa' mengandaikan mereka tahu itu PRIBADI & hanya menanyakan identitasnya; *maa* menanyakan, mereka tak tahu artinya. (b) 'Yang Maha Pengasih' menghapus fakta bahwa yang ditanyakan adalah sebuah NAMA ASING; kalau ia sekadar sifat Arab biasa, pertanyaan mereka mustahil, seperti orang Indonesia bertanya 'apa itu pengasih?'. terjemahan ini: 'Apakah Ar-Rahmaan itu?'. tambahan '(Allah)' dibuang (tak ada di Arab). BUKTI KEDUA 'Ar-Rahmaan = NAMA' (yang pertama: 17:110, tempat TEKS menyebutnya 'nama'). Orang Arab, penutur asli, TAK MENGENALI kata itu, padahal mereka memakai *rahmah* tiap hari & menyebut kandungan istri mereka *rahim*. Juga menjelaskan profil kolokasi yang DISJOIN (ghafara 76× dekat rahiim vs 1× dekat rahmaan), sinonim mustahil berprofil begitu. Bukan *man* ('siapa'), yang dipakai Qur'an bila menanyakan PRIBADI. Ar-Rahmaan = N + PREFIX|Al+ (takrif), 2× di ayat ini.