Ayat 25:4

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا إِفْكٌ افْتَرَاهُ وَأَعَانَهُ عَلَيْهِ قَوْمٌ آخَرُونَ ۖ فَقَدْ جَاءُوا ظُلْمًا وَزُورًا

Dan orang-orang yang kufur berkata, "Ini tidak lain hanyalah kebohongan yang ia ada-adakan, dan kaum yang lain membantunya atas itu." Maka sungguh mereka telah mendatangkan kezaliman dan kepalsuan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا إِفْكٌ افْتَرَاهُwa-qaala lladziina kafaruu in haadzaa illaa ifkun iftaraahudan orang-orang yang kufur berkata, ini tidak lain hanyalah kebohongan yang ia ada-adakan
  2. وَأَعَانَهُ عَلَيْهِ قَوْمٌ آخَرُونَwa-a'aanahu alayhi qawmun aakharuunadan kaum yang lain membantunya atas itu
  3. فَقَدْ جَاءُوا ظُلْمًا وَزُورًاfa-qad jaa'uu zhulman wa-zuuranmaka sungguh mereka telah mendatangkan kezaliman dan kepalsuan
Aplikasi

Tuduhan bahwa wahyu adalah 'kebohongan yang ia ada-adakan, dan dibantu oleh kaum yang lain', teori konspirasi dipakai untuk menghindari keterlibatan serius dengan substansi pesan yang disampaikan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, k-f-r, a-f-k, f-r-y, '-w-n, q-w-m, a-kh-r, j-y-a, zh-l-m, z-w-r): ifk diterjemahkan 'kebohongan (kedustaan)' (akar '-f-k); iftaraahu diterjemahkan 'ia mengada-adakannya' (akar f-r-y); a'aanahu diterjemahkan 'membantunya' (akar '-w-n); zuur diterjemahkan 'kepalsuan (dusta)' (akar z-w-r), tuduhan pemalsuan, kontras i'jaaz 17:88 (mereka menuduh palsu, padahal tak sanggup menandingi). gloss '(Al-Qur'an)/(Nabi Muhammad)' dibuang.

Ayat 25:5

وَقَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Dan mereka berkata, "Dongeng-dongeng orang terdahulu yang ia tuliskan, lalu ia didiktekan kepadanya pagi dan petang."

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَقَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَهَاwa-qaaluu asaatiiru l-awwaliina ktatabahaadan mereka berkata, dongeng-dongeng orang terdahulu yang ia tuliskan
  2. فَهِيَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًاfa-hiya tumlaa alayhi bukratan wa-asiilanlalu ia didiktekan kepadanya pagi dan petang
Aplikasi

Tuduhan lain: 'dongeng-dongeng orang terdahulu yang ia tuliskan, lalu dibacakan kepadanya pagi dan petang', upaya menjelaskan fenomena luar biasa dengan penjelasan yang tampak masuk akal namun sebenarnya tidak berdasar.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, s-t-r, a-w-l, k-t-b, m-l-w, b-k-r, a-s-l): asaatiir al-awwaliin diterjemahkan 'dongeng-dongeng orang terdahulu' (akar s-t-r + akar '-w-l); iktatabahaa diterjemahkan 'ia menuliskannya' (akar k-t-b); tumlaa diterjemahkan 'dibacakan (didiktekan)' (akar m-l-w); bukratan wa asiilan diterjemahkan 'pagi dan petang'. gloss '(oleh Nabi Muhammad)/(dongeng)' dibuang.