إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Sesungguhnya yang merupakan ucapan orang-orang mukmin, apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar memutuskan di antara mereka, hanyalah bahwa mereka berkata, "Kami mendengar dan kami taat." Dan mereka itulah orang-orang beruntung.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَinnamaa kaana qawla l-mu'miniinasesungguhnya yang merupakan ucapan orang-orang mukmin
- إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْidzaa du'uu ilaa llaahi wa-rasuulihi li-yahkuma baynahumapabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar memutuskan di antara mereka
- أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَاan yaquuluu sami'naa wa-ata'naahanyalah bahwa mereka berkata, kami mendengar dan kami taat
- وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَwa-ulaa'ika humu l-muflihuunadan mereka itulah orang-orang beruntung
Aplikasi
Ucapan orang mukmin sejati, 'kami mendengar dan kami taat', diucapkan SEBELUM tahu bagaimana keputusan itu akan berpihak, kontras tajam dengan pola bersyarat pada ayat-ayat sebelumnya. Konkretnya: latih dirimu mengucapkan kesediaan tunduk pada proses yang adil sebelum mengetahui hasilnya akan menguntungkan atau merugikanmu, itulah ujian sesungguhnya dari integritas, bukan kepatuhan yang baru muncul setelah tahu hasilnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan). hakamah = kekang kuda ('a kind of CURB'); hikmah = 'what prevents from IGNORANT behaviour'; hakiim = 'possessing hikmah' DAN 'fa'iil in the sense of MUF'IL' (IAth) = yang mengukuhkan. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).