فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰ أَنْسَوْكُمْ ذِكْرِي وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَ
Lalu kalian menjadikan mereka bahan ejekan, hingga itu membuat kalian lupa mengingat-Ku, dan kalian menertawakan mereka.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّاfa-ttakhadztumuuhum sikhriyyanlalu kalian menjadikan mereka bahan ejekan
- حَتَّىٰ أَنْسَوْكُمْ ذِكْرِيhattaa ansawkum dzikriihingga itu membuat kalian lupa mengingat-Ku
- وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَwa-kuntum minhum tadhakuunadan kalian menertawakan mereka
Aplikasi
Pengungkapan tajam: 'kalian menjadikan mereka bahan ejekan, hingga itu membuat kalian lupa mengingat-Ku', mengolok-olok orang lain yang tulus beribadah ternyata memiliki konsekuensi tersembunyi: melupakan kesadaran spiritual sendiri. Konkretnya: mengejek atau meremehkan ketulusan spiritual orang lain bisa secara tidak sadar menjauhkan diri sendiri dari kesadaran yang sama, sikap merendahkan orang lain punya efek balik terhadap batin sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-kh-dz, s-kh-r, n-s-y, dz-k-r, k-w-n, d-h-k): ittakhadhtumuuhum sikhriyyan diterjemahkan 'menjadikan mereka bahan ejekan' (akar '-kh-dz + akar s-kh-r); ansawkum dhikrii diterjemahkan 'membuat kalian lupa mengingat-Ku' (akar n-s-y + akar dz-k-r); tadhakuun diterjemahkan 'menertawakan' (akar d-h-k). Selaras.