Ayat 23:108
قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ
Dia berfirman, "Enyahlah terhina di dalamnya, dan janganlah kalian berbicara dengan-Ku.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ اخْسَئُوا فِيهَاqaala khsa'uu fiihaaDia berfirman, enyahlah terhina di dalamnya
- وَلَا تُكَلِّمُونِwa-laa tukallimuunidan janganlah kalian berbicara dengan-Ku
Aplikasi
Penolakan tegas dan final: 'Enyahlah terhina di dalamnya, dan janganlah kalian berbicara dengan-Ku', pintu dialog yang sepenuhnya tertutup, menegaskan bahwa kesempatan berbicara dan bernegosiasi memang benar-benar telah berakhir.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, kh-s-a, k-l-m): ikhsa'uu diterjemahkan 'enyahlah terhina' (akar kh-s-', kata utk mengusir anjing; kehinaan puncak); laa tukallimuun diterjemahkan 'jangan berbicara dengan-Ku' (akar k-l-m). gloss '(Allah)' dibuang.
Ayat 23:109
إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku yang berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkau sebaik-baik pemberi rahmat.'
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَinnahu kaana fariiqun min ibaadii yaquuluunasesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku yang berkata
- رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَاrabbanaa aamannaa fa-ghfir lanaa wa-rhamnaaya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat
- وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَwa-anta khayru r-raahimiinaEngkau sebaik-baik pemberi rahmat
Aplikasi
Kontras dengan kelompok lain: 'segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa. kami telah beriman, maka ampunilah kami', doa yang sederhana dan tulus dari mereka yang memilih jalan berbeda, tanpa perlu penundaan hingga momen terakhir.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ah kami dan berilah kami rahmat. Engkau adalah sebaik-ba…”. ' Corpus ayat ini: «{gofiro, tanpa-al»; «{roHamo, tanpa-al»; «r~aHimiyna, TAKRIF». ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf') · verba rahima diterjemahkan keluarga 'merahmati/memberi rahmat' (sejalan raahimiin diterjemahkan 'pemberi rahmat', kata terjemahan lain SENDIRI di 23:109) · raahimiin diterjemahkan 'pemberi rahmat' (kata terjemahan lain sendiri di 23:109/118).
Ayat 23:110
فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰ أَنْسَوْكُمْ ذِكْرِي وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَ
Lalu kalian menjadikan mereka bahan ejekan, hingga itu membuat kalian lupa mengingat-Ku, dan kalian menertawakan mereka.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّاfa-ttakhadztumuuhum sikhriyyanlalu kalian menjadikan mereka bahan ejekan
- حَتَّىٰ أَنْسَوْكُمْ ذِكْرِيhattaa ansawkum dzikriihingga itu membuat kalian lupa mengingat-Ku
- وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَwa-kuntum minhum tadhakuunadan kalian menertawakan mereka
Aplikasi
Pengungkapan tajam: 'kalian menjadikan mereka bahan ejekan, hingga itu membuat kalian lupa mengingat-Ku', mengolok-olok orang lain yang tulus beribadah ternyata memiliki konsekuensi tersembunyi: melupakan kesadaran spiritual sendiri. Konkretnya: mengejek atau meremehkan ketulusan spiritual orang lain bisa secara tidak sadar menjauhkan diri sendiri dari kesadaran yang sama, sikap merendahkan orang lain punya efek balik terhadap batin sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-kh-dz, s-kh-r, n-s-y, dz-k-r, k-w-n, d-h-k): ittakhadhtumuuhum sikhriyyan diterjemahkan 'menjadikan mereka bahan ejekan' (akar '-kh-dz + akar s-kh-r); ansawkum dhikrii diterjemahkan 'membuat kalian lupa mengingat-Ku' (akar n-s-y + akar dz-k-r); tadhakuun diterjemahkan 'menertawakan' (akar d-h-k). Selaras.
Ayat 23:111
إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوا أَنَّهُمْ هُمُ الْفَائِزُونَ
Sesungguhnya pada hari ini Aku membalas mereka karena kesabaran mereka; sesungguhnya merekalah orang-orang yang menang."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُواinnii jazaytuhumu l-yawma bimaa sabaruusesungguhnya pada hari ini Aku membalas mereka karena kesabaran mereka
- أَنَّهُمْ هُمُ الْفَائِزُونَannahum humu l-faa'izuunasesungguhnya merekalah orang-orang yang menang
Aplikasi
Pembalasan yang adil: 'Aku membalas mereka karena kesabaran mereka; sesungguhnya merekalah orang-orang yang menang', ketekunan menghadapi ejekan pada akhirnya mendapat pengakuan dan kemenangan yang layak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-z-y, y-w-m, s-b-r, f-w-z): jazaytuhum diterjemahkan 'Aku membalas mereka' (akar j-z-y); sabaruu diterjemahkan 'bersabar' (akar s-b-r); faa'izuun diterjemahkan 'yang menang' (akar f-w-z). Selaras.