حَتَّىٰ إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا ذَا عَذَابٍ شَدِيدٍ إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ
Hingga apabila Kami bukakan atas mereka pintu azab yang keras, seketika itu mereka putus asa di dalamnya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- حَتَّىٰ إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا ذَا عَذَابٍ شَدِيدٍhattaa idzaa fatahnaa alayhim baaban dzaa adzaabin shadiidinhingga apabila Kami bukakan atas mereka pintu azab yang keras
- إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَidzaa hum fiihi mublisuunaseketika itu mereka putus asa di dalamnya
Aplikasi
Momen keputusasaan akhir: 'Kami bukakan pintu azab yang keras, seketika itu mereka putus asa', titik di mana harapan terakhir pun sirna, sebuah gambaran final dari konsekuensi penolakan yang berkelanjutan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar f-t-h, b-w-b, '-dz-b, sh-d-d, b-l-s): fatahnaa baaban diterjemahkan 'membuka pintu' (akar f-t-h + akar b-w-b); adhaab shadiid diterjemahkan 'azab yang keras' (akar sh-d-y-d: shadiid diterjemahkan 'keras' terkunci; terjemahan lain 'sangat keras'); mublisuun diterjemahkan 'putus asa' (akar b-l-s). Selaras.