فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ

Maka berkatalah para pemuka yang kufur dari kaumnya, "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kalian. Dia ingin melebihkan dirinya atas kalian. Sekiranya Allah berkehendak, tentu Dia menurunkan malaikat. Kami tidak pernah mendengar ini pada nenek moyang kami yang terdahulu.

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِfa-qaala l-mala'u lladziina kafaruu min qawmihimaka berkatalah para pemuka yang kufur dari kaumnya
  2. مَا هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْmaa haadzaa illaa basharun mitslukumorang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kalian
  3. يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْyuriidu an yatafaddala alaykumia ingin melebihkan dirinya atas kalian
  4. وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةًwa-law shaa'a llaahu la-anzala malaa'ikatandan sekiranya Allah berkehendak, tentu Dia menurunkan malaikat
  5. مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَmaa sami'naa bihaadzaa fii aabaa'inaa l-awwaliinakami tidak pernah mendengar ini pada nenek moyang kami yang terdahulu
Aplikasi

Respons meremehkan dari para pemuka: 'Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kalian. Belum pernah kami dengar seruan seperti ini', dua taktik penolakan klasik: meremehkan kesetaraan status pembawa pesan dan mengklaim tradisi leluhur sebagai pembenaran menolak sesuatu yang baru.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.