أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَتُصْبِحُ الْأَرْضُ مُخْضَرَّةً ۗ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air dari langit sehingga bumi menghijau? Sesungguhnya Allah halus lagi waskita.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءًa-lam tara anna llaaha anzala mina s-samaa'i maa'antidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air dari langit
- فَتُصْبِحُ الْأَرْضُ مُخْضَرَّةًfa-tusbihu l-ardu mukhdarratansehingga bumi menghijau
- إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌinna llaaha latiifun khabiirunsesungguhnya Allah halus lagi waskita
Aplikasi
Bukti sederhana dari alam: hujan yang membuat 'bumi menghijau', transformasi visual yang bisa disaksikan langsung dijadikan pengingat tentang kekuatan yang bekerja di balik proses alami yang tampak biasa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan belum ditelaah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!).