ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
Demikianlah, dan siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, sesungguhnya hal itu termasuk dalam ketakwaan hati.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِdzaalika wa-man yu'azhzhim sha'aa'ira llaahidemikianlah, dan siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah
- فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِfa-innahaa min taqwaa l-quluubisesungguhnya hal itu termasuk dalam ketakwaan hati
Aplikasi
Definisi penting: mengagungkan syiar-syiar Allah 'termasuk dalam ketakwaan hati', penghormatan terhadap simbol dan ritual keagamaan dikaitkan langsung dengan kondisi batin, bukan sekadar formalitas eksternal tanpa makna.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.