بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian. Sesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْyaa ayyuhaa n-naasu ttaquu rabbakumwahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian
- إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌinna zalzalata s-saa'ati shay'un azhiimunsesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang agung
Aplikasi
Seruan universal: 'Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian' karena 'guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang agung', skala peristiwa akhir digambarkan cukup besar untuk memicu kesadaran mendasar bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.