ثُمَّ نُكِسُوا عَلَىٰ رُءُوسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هَٰؤُلَاءِ يَنْطِقُونَ
Kemudian mereka menundukkan kepala, “Engkau pasti tahu bahwa mereka tidak dapat berbicara.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ثُمَّ نُكِسُوا عَلَىٰ رُءُوسِهِمْtsumma nukisuu alaa ru'uusihimkemudian mereka menundukkan kepala
- لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هَٰؤُلَاءِ يَنْطِقُونَlaqad alimta maa haa'ulaa'i yantiquunaengkau pasti tahu bahwa mereka tidak dapat berbicara
Aplikasi
Namun kesadaran itu segera pudar: 'mereka menundukkan kepala. Engkau pasti tahu bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara', kembali pada pembelaan lama begitu momen refleksi jujur mereda, menunjukkan betapa sulitnya perubahan keyakinan yang sudah mengakar bertahan lama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).