وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ ۖ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

Dan Kami tidak menjadikan keabadian bagi seorang manusia pun sebelummu; maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَwa-maa ja'alnaa li-basharin min qablika l-khuldadan Kami tidak menjadikan keabadian bagi seorang manusia pun sebelummu
  2. أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَa-fa-in mitta fahumu l-khaaliduunamaka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal
Aplikasi

'Kami tidak menjadikan keabadian bagi seorang manusia pun sebelummu', bahkan Nabi sendiri fana; pertanyaan 'apakah mereka akan kekal?' menegaskan tidak ada pengecualian. Konkretnya: jangan menaruh harapan dan rasa aman utamamu pada kelanggengan sosok manusia mana pun, betapa pun dihormati, kefanaan itu universal, maka arahkan kepercayaanmu pada yang benar-benar tidak fana.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, b-sh-r, q-b-l, kh-l-d, m-w-t): bashar diterjemahkan 'manusia' (akar b-sh-r, Nabi pun fana); khuld diterjemahkan 'keabadian' (akar kh-l-d); mitta diterjemahkan 'engkau wafat' (akar m-w-t); khaaliduun diterjemahkan 'kekal' (akar kh-l-d). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.