Ayat 21:21

أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِنَ الْأَرْضِ هُمْ يُنْشِرُونَ

Ataukah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi yang dapat menghidupkan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِنَ الْأَرْضِami ttakhadzuu aalihatan mina l-ardiataukah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi
  2. هُمْ يُنْشِرُونَhum yunshiruunayang dapat menghidupkan
Aplikasi

Pertanyaan retoris 'Ataukah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi yang (dapat) menghidupkan?' menyodorkan uji sederhana bagi objek pemujaan: mampukah ia benar-benar menghidupkan/menyelamatkan? Konkretnya: terapkan uji yang sama pada apa pun yang secara fungsional menjadi sandaran utamamu sekarang (karier, validasi sosial, uang), jika ia tak sanggup menyelamatkanmu saat benar-benar dibutuhkan, pertanyakan mengapa ia masih menguasai perhatian dan kecemasanmu.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-kh-dz, a-l-h, a-r-d, n-sh-r): aalihah diterjemahkan 'tuhan-tuhan' (jamak ilaah); yunshiruun diterjemahkan 'menghidupkan (membangkitkan)' (akar n-sh-r). gloss '(orang-orang yang mati)' dibuang.

Ayat 21:22

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

Sekiranya pada keduanya ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa; maka Mahasuci Allah, Tuhan pemilik Arasy, dari apa yang mereka sifatkan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَاlaw kaana fiihimaa aalihatun illaa llaahu la-fasadataasekiranya pada keduanya ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa
  2. فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَfa-subhaana llaahi rabbi l-arshi ammaa yasifuunamaka Mahasuci Allah, Tuhan pemilik Arasy, dari apa yang mereka sifatkan
Aplikasi

Argumen kosmologis 'sekiranya pada keduanya ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa' menunjukkan keteraturan alam semesta sebagai bukti otoritas tunggal, bukan otoritas yang terbagi dan saling bersaing. Konkretnya: dalam struktur apa pun yang kau pimpin atau ikuti, waspadai pola otoritas ganda tanpa kejelasan siapa bertanggung jawab, itu resep kekacauan, sama seperti argumen ayat ini terhadap banyak tuhan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, a-l-h, f-s-d, s-b-h, r-b-b, '-r-sh, w-s-f): law kaana fiihimaa aalihah illaa llaah la-fasadataa diterjemahkan 'sekiranya ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu (langit & bumi) binasa', argumen keteraturan kosmik (ilaah + akar f-s-d): banyak tuhan meniscayakan kekacauan diterjemahkan bukti rasional keesaan; yasifuun diterjemahkan 'menyifatkan' (akar w-s-f). gloss '(langit dan bumi)' dibuang.