بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الْأَوَّلُونَ
Bahkan, mereka berkata, “Mimpi-mimpi kosong. Malah, dia merekayasanya. Lebih dari itu, dia seorang penyair. Maka, hendaklah dia mendatangkan kepada kami suatu tanda sebagaimana rasul-rasul yang diutus terdahulu.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍbal qaaluu adghaatsu ahlaaminbahkan mereka berkata, mimpi-mimpi kosong
- بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌbali ftaraahu bal huwa shaa'irunmalah dia merekayasanya, lebih dari itu, dia seorang penyair
- فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الْأَوَّلُونَfa-l-ya'tinaa bi-aayatin kamaa ursila l-awwaluunamaka hendaklah dia mendatangkan kepada kami suatu tanda sebagaimana rasul-rasul yang diutus terdahulu
Aplikasi
Tuduhan mereka berganti-ganti dan saling bertentangan, mimpi kosong, rekayasa, syair, sebelum akhirnya menuntut tanda; pergeseran alasan ini sendiri adalah bukti penolakan tanpa argumen konsisten. Konkretnya: waspadai saat kritik terhadapmu terus berubah-ubah alasan dari satu tuduhan ke tuduhan lain yang tak nyambung, itu tanda penolakan emosional yang mencari-cari alasan, bukan keberatan jujur yang bisa dijawab.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. · akar h-l-m di ayat ini = cabang MIMPI (adghaathu ahlaam), bukan hilm;, they say, “a confused medley of dreams; but he has invented it; but he is a poet.