وَلَوْ أَنَّا أَهْلَكْنَاهُمْ بِعَذَابٍ مِنْ قَبْلِهِ لَقَالُوا رَبَّنَا لَوْلَا أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًا فَنَتَّبِعَ آيَاتِكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَذِلَّ وَنَخْزَىٰ
Seandainya Kami binasakan mereka dengan suatu siksaan sebelum itu, tentulah mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami sehingga kami mengikuti tanda-tanda-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَوْ أَنَّا أَهْلَكْنَاهُمْ بِعَذَابٍ مِنْ قَبْلِهِwa-law annaa ahlaknaahum bi-adzaabin min qablihiseandainya Kami binasakan mereka dengan suatu siksaan sebelum itu
- لَقَالُوا رَبَّنَا لَوْلَا أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًاla-qaaluu rabbanaa lawlaa arsalta ilaynaa rasuulantentulah mereka berkata, ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami
- فَنَتَّبِعَ آيَاتِكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَذِلَّ وَنَخْزَىٰfa-nattabi'a aayaatika min qabli an nadzilla wa-nakhzaasehingga kami mengikuti tanda-tanda-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah
Aplikasi
Skenario hipotetis yang masuk akal: seandainya dibinasakan tanpa peringatan, mereka akan protes 'mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami?', argumen ini menunjukkan bahwa memberi peringatan terlebih dahulu adalah bentuk keadilan prosedural sebelum menjatuhkan konsekuensi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. '