قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَبْصُرُوا بِهِ فَقَبَضْتُ قَبْضَةً مِنْ أَثَرِ الرَّسُولِ فَنَبَذْتُهَا وَكَذَٰلِكَ سَوَّلَتْ لِي نَفْسِي
Ia menjawab, “Aku melihat sesuatu yang tidak mereka lihat. Kemudian, aku ambil segenggam dari jejak sang rasul, lalu aku lemparkan itu. Demikianlah nafsuku membujukku.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَبْصُرُوا بِهِqaala basurtu bimaa lam yabsuruu bihiia menjawab, aku melihat sesuatu yang tidak mereka lihat
- فَقَبَضْتُ قَبْضَةً مِنْ أَثَرِ الرَّسُولِfa-qabadtu qabdatan min atsari r-rasuulikemudian aku ambil segenggam dari jejak sang rasul
- فَنَبَذْتُهَاfa-nabadztuhaalalu aku lemparkan itu
- وَكَذَٰلِكَ سَوَّلَتْ لِي نَفْسِيwa-kadzaalika sawwalat lii nafsiidemikianlah nafsuku membujukku
Aplikasi
Pengakuan jujur Samiri: 'Demikianlah nafsuku membujukku', kejujuran mentah tentang bagaimana keinginan pribadi (bukan paksaan eksternal) yang mendorong tindakan destruktifnya, sebuah pengakuan tanggung jawab yang langka dalam narasi kegagalan moral.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.