قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً ۚ قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَ لَيَالٍ سَوِيًّا
Dia berkata, “Wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” Dia berfirman, “Tandanya bagimu ialah bahwa engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةًqaala rabbi j'al lii aayatandia berkata, wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda
- قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَqaala aayatuka allaa tukallima n-naasadia berfirman, tandanya bagimu ialah bahwa engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia
- ثَلَاثَ لَيَالٍ سَوِيًّاtsalaatsa layaalin sawiyyanselama tiga malam, padahal engkau sehat
Aplikasi
Tanda yang diminta dan diberikan bersifat unik: ketidakmampuan berbicara selama tiga malam 'padahal engkau sehat', tanda yang bukan penyakit, melainkan pembatasan yang disengaja sebagai penegasan momen istimewa yang sedang terjadi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…hanku, berilah aku suatu tanda.” (Allah) berfirman, “Ta…”. aayah: konsisten dgn 353 ayat 'tanda' di DB; kegoyahan terjemahan lain (mis. 6:37 'bukti (mukjizat)') = QS 4:82 menangkap terjemahan, bukan Qur'an. «'aAyatu, tanpa-al». aayah diterjemahkan 'tanda' TANPA pengecualian: satu lema utk 353 ayat (corpus); tambahan '(kebesaran)/(kekuasaan)' bukan bagian teks.