أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ ۚ إِنَّا أَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ نُزُلًا
Maka apakah orang-orang yang kufur mengira bahwa mereka mengambil hamba-hamba-Ku sebagai wali-wali selain Aku? Sesungguhnya Kami sediakan Jahanam bagi orang-orang kafir sebagai tempat tinggal.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُواa-fa-hasiba lladziina kafaruumaka apakah mengira orang-orang yang kufur
- أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَan yattakhidzuu ibaadii min duunii awliyaa'abahwa mereka mengambil hamba-hamba-Ku sebagai wali-wali selain Aku
- إِنَّا أَعْتَدْنَا جَهَنَّمَinnaa a'tadnaa jahannamasesungguhnya Kami sediakan Jahanam
- لِلْكَافِرِينَ نُزُلًاli-l-kaafiriina nuzulanbagi orang-orang kafir sebagai tempat tinggal
Aplikasi
Pertanyaan retoris tegas: 'apakah orang-orang yang kufur mengira bahwa mereka mengambil hamba-hamba-Ku sebagai wali selain Aku?', menyingkap absurditas menjadikan sesama makhluk sebagai objek ketergantungan utama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar h-s-b, k-f-r, a-kh-dz, '-b-d, d-w-n, w-l-y, '-t-d, n-z-l): hasiba diterjemahkan 'mengira' (akar h-s-b); yattakhidhuu ibaadii…awliyaa' diterjemahkan 'mengambil hamba-hamba-Ku sebagai wali' (akar '-b-d + akar w-l-y WLY, penyelewengan walaayah, cf. 18:50); nuzul diterjemahkan 'tempat tinggal' (akar n-z-l). footnote-marker dibuang.