قُلْ لَوْ أَنْتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذًا لَأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنْفَاقِ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ قَتُورًا

Katakanlah, “Sekiranya kalian memiliki khazanah rahmat Tuhanku, niscaya kalian tahan karena takut habis.” Manusia itu memang sangat kikir.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. قُلْ لَوْ أَنْتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّيqul law antum tamlikuuna khazaa'ina rahmati rabbiikatakanlah, sekiranya kalian memiliki khazanah rahmat Tuhanku
  2. إِذًا لَأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنْفَاقِidzan la-amsaktum khashyata l-infaaqiniscaya kalian tahan karena takut habis
  3. وَكَانَ الْإِنْسَانُ قَتُورًاwa-kaana l-insaanu qatuuranmanusia itu memang sangat kikir
Aplikasi

Pengamatan tajam tentang sifat manusia: 'sekiranya kalian memiliki khazanah rahmat Tuhanku, niscaya kalian tahan karena takut habis. manusia itu memang sangat kikir', kekikiran manusiawi diakui terus terang sebagai kecenderungan nyata, mengundang kesadaran diri dan usaha aktif melawannya. Konkretnya: mengenali kecenderungan alami untuk menahan/kikir bahkan terhadap sumber daya yang sesungguhnya berlimpah adalah langkah pertama melawan sifat itu secara sadar, kesadaran akan bias ini membantu melatih kemurahan hati yang lebih genuine.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: ““Sekiranya kamu” diterjemahkan “"Sekiranya kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “habis.”” diterjemahkan “habis."”.