وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا
Dan mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan kepingan-kepingan, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan sebagai ciptaan yang baru?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًاwa-qaaluu a-idzaa kunnaa izhaaman wa-rufaatandan mereka berkata, apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan kepingan-kepingan
- أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًاa-innaa la-mab'uutsuuna khalqan jadiidanapakah kami benar-benar akan dibangkitkan sebagai ciptaan yang baru
Aplikasi
Keraguan tentang kebangkitan setelah menjadi 'tulang-belulang dan kepingan-kepingan' menunjukkan pola pikir yang membatasi kemungkinan hanya berdasarkan pengalaman fisik biasa, keterbatasan imajinasi terhadap kapasitas yang melampaui pengalaman normal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. ' akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.