قُلْ لَوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا

Katakanlah, “Sekiranya ada tuhan-tuhan bersama-Nya sebagaimana yang mereka katakan, tentu mereka mencari jalan kepada Pemilik Arasy.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. قُلْ لَوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَqul law kaana ma'ahu aalihatun kamaa yaquuluunakatakanlah, sekiranya ada tuhan-tuhan bersama-Nya sebagaimana yang mereka katakan
  2. إِذًا لَابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًاidzan la-btaghaw ilaa dzii l-arshi sabiilantentu mereka mencari jalan kepada Pemilik Arasy
Aplikasi

Argumen logis lain menentang politeisme: jika ada banyak tuhan, mereka tentu akan 'mencari jalan kepada Pemilik Arasy' (bersaing untuk otoritas tertinggi), struktur kekuasaan yang terbagi secara logis tidak stabil, mendukung kesimpulan keesaan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, k-w-n, a-l-h, b-gh-y, '-r-sh, s-b-l): aalihah diterjemahkan 'tuhan-tuhan' (jamak ilaah, dijaga harfiah); ibtaghaw diterjemahkan 'mencari' (akar b-gh-y); dhii l-'arsh diterjemahkan 'Pemilik Arasy' (akar '-r-sh). gloss '(Nabi Muhammad)/(lain)/(Tuhan)/(untuk mengalahkan atau menyaingi-Nya)' dibuang.