أَفَأَصْفَاكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَنِينَ وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلَائِكَةِ إِنَاثًا ۚ إِنَّكُمْ لَتَقُولُونَ قَوْلًا عَظِيمًا
Apakah Tuhan kalian memilihkan anak laki-laki untuk kalian, sedangkan Dia menjadikan malaikat sebagai anak perempuan? Sesungguhnya kalian benar-benar mengucapkan perkataan yang agung.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَفَأَصْفَاكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَنِينَa-fa-asfaakum rabbukum bi-l-baniinaapakah Tuhan kalian memilihkan anak laki-laki untuk kalian
- وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلَائِكَةِ إِنَاثًاwa-ttakhadza mina l-malaa'ikati inaatsansedangkan Dia menjadikan malaikat sebagai anak perempuan
- إِنَّكُمْ لَتَقُولُونَ قَوْلًا عَظِيمًاinnakum la-taquuluuna qawlan azhiimansesungguhnya kalian benar-benar mengucapkan perkataan yang agung
Aplikasi
Argumen logis-konsisten menentang anggapan bahwa Allah memiliki anak: 'Apakah pantas Tuhan kalian memilihkan anak laki-laki untuk kalian, sedangkan Dia menjadikan malaikat sebagai anak perempuan?', inkonsistensi klaim yang menguntungkan diri sendiri disingkap dengan pertanyaan retoris yang tajam.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.