وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا

Dan siapa yang menghendaki akhirat dan berusaha ke arahnya dengan usaha yang sungguh-sungguh, sedang ia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya diganjar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَاwa-man araada l-aakhirata wa-sa'aa lahaa sa'yahaadan siapa yang menghendaki akhirat dan berusaha ke arahnya dengan usaha yang sungguh-sungguh
  2. وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًاwa-huwa mu'minun fa-ulaa'ika kaana sa'yuhum mashkuuransedang ia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya diganjar
Aplikasi

Kontras dengan ayat sebelumnya: yang menghendaki akhirat dan 'berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh' sambil beriman, usahanya 'diganjar', kombinasi niat jangka panjang, usaha nyata, dan keimanan sebagai tiga syarat bersama untuk hasil yang baik.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan ini 'diganjar' mengembalikan konsep berbeda dari jazaa' (lih. 76:22) & qabuul. Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).