ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia pula yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِud'u ilaa sabiili rabbika bi-l-hikmati wa-l-maw'izhati l-hasanatiserulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik
  2. وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُwa-jaadilhum bi-llatii hiya ahsanudan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik
  3. إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِinna rabbaka huwa a'lamu bi-man dalla an sabiilihisesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya
  4. وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَwa-huwa a'lamu bi-l-muhtadiinadan Dia pula yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk
Aplikasi

Metodologi dakwah yang eksplisit dan konkret: hikmah, pengajaran yang baik, dan berdebat 'dengan cara yang lebih baik', tiga pendekatan berbeda untuk situasi berbeda, semuanya menekankan kualitas cara penyampaian, bukan sekadar isi pesan. Konkretnya: menyampaikan kebenaran atau nasihat penting membutuhkan lebih dari sekadar isi yang benar, cara penyampaian (bijaksana, mendidik dengan baik, berdebat secara elegan) sama pentingnya dengan substansi pesan itu sendiri.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan). Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).