وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ
Dan janganlah kalian mengatakan terhadap apa yang lidah kalian gambarkan sebagai dusta, “Ini halal dan ini haram,” untuk mengada-adakan kedustaan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah tidak akan beruntung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَwa-laa taquuluu limaa tasifu alsinatukumu l-kadziba haadzaa halaalun wa-haadzaa haraamun li-taftaruu alaa llaahi l-kadzibadan janganlah kalian mengatakan terhadap apa yang lidah kalian gambarkan sebagai dusta, ini halal dan ini haram, untuk mengada-adakan kedustaan terhadap Allah
- إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَinna lladziina yaftaruuna alaa llaahi l-kadziba laa yuflihuunasesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah tidak akan beruntung
Aplikasi
Peringatan keras terhadap mengklaim otoritas menentukan halal-haram secara sembarangan ('mengada-adakan kedustaan terhadap Allah'), batas tegas antara memahami aturan yang sudah ditetapkan dan menciptakan aturan baru mengatasnamakan otoritas yang tidak dimiliki. Konkretnya: berhati-hati mengklaim otoritas mutlak atas sesuatu yang sebenarnya berada di luar kewenangan pribadi, mengada-adakan aturan atau larangan atas nama otoritas yang tidak sah adalah pelanggaran serius terhadap integritas intelektual dan spiritual.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, w-s-f, l-s-n, k-dz-b, h-l-l, h-r-m, f-r-y, a-l-h, f-l-h): AYAT PUNCAK kerangka diin. laa taquuluu…haadhaa halaal wa haadhaa haraam li-taftaruu alaa llaah diterjemahkan 'jangan berkata: ini halal, ini haram, untuk mengada-adakan dusta terhadap Allah', menetapkan halal-haram dengan lidah sendiri (tanpa wewenang Ilahi) = mendustai Allah (tautan 9:31 arbaab, 10:59, 6:59, 16:35); halaal/haraam dijaga; taftaruu diterjemahkan 'mengada-adakan' (akar f-r-y).