Ayat 16:106

مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Siapa yang kufur kepada Allah setelah keimanannya , kecuali orang yang dipaksa, sedangkan hatinya tenang dengan keimanan , tetapi siapa yang melapangkan dada untuk kekufuran, maka atas mereka kemurkaan dari Allah, dan bagi mereka azab yang agung.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِman kafara billaahi min ba'di iimaanihisiapa yang kufur kepada Allah setelah keimanannya
  2. إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِillaa man ukriha wa-qalbuhu mutma'innun bi-l-iimaanikecuali orang yang dipaksa sedangkan hatinya tenang dengan keimanan
  3. وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًاwa-laakin man sharaha bi-l-kufri sadrantetapi siapa yang melapangkan dada untuk kekufuran
  4. فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌfa-alayhim ghadabun mina llaahi wa-lahum adzaabun azhiimunmaka atas mereka kemurkaan dari Allah, dan bagi mereka azab yang agung
Aplikasi

Pengecualian penting: orang yang dipaksa mengucapkan kekufuran dengan 'hatinya tetap tenang dengan keimanan' dibebaskan dari dosa, kontras dengan yang 'berlapang dada' menerima kekufuran secara sukarela, pembedaan tegas antara keterpaksaan eksternal dan keputusan batin yang genuine. Konkretnya: keadaan batin/niat yang sesungguhnya (bukan sekadar tindakan lahiriah di bawah tekanan) menjadi penentu utama tanggung jawab moral, perbedaan ini penting dipahami baik saat menilai diri sendiri dalam situasi terpaksa maupun saat menilai orang lain.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.

Ayat 16:107

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Yang demikian itu disebabkan mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kufur.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِdzaalika bi-annahumu stahabbuu l-hayaata d-dunyaa alaa l-aakhiratiyang demikian itu disebabkan mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat
  2. وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَwa-anna llaaha laa yahdii l-qawma l-kaafiriinadan sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kufur
Aplikasi

Preferensi terhadap kehidupan dunia dibanding akhirat disebutkan sebagai akar penyebab tidak mendapat petunjuk, prioritas nilai yang keliru (jangka pendek atas jangka panjang) berdampak langsung pada arah hidup keseluruhan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).

Ayat 16:108

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Mereka itulah orang-orang yang Allah kunci hati, pendengaran, dan penglihatan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْulaa'ika lladziina taba'a llaahu alaa quluubihim wa-sam'ihim wa-absaarihimmereka itulah orang-orang yang Allah kunci hati, pendengaran, dan penglihatan mereka
  2. وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَwa-ulaa'ika humu l-ghaafiluunadan mereka itulah orang-orang yang lalai
Aplikasi

Konsekuensi dari pola pikiran tertutup digambarkan sebagai 'terkunci' hati, pendengaran, penglihatan, deskripsi bertahap: penolakan berulang terhadap kebenaran akhirnya mengeraskan kapasitas menerima informasi baru itu sendiri. Konkretnya: mewaspadai bagaimana penolakan berulang terhadap kebenaran atau kritik yang valid bisa secara bertahap mengurangi kemampuan diri sendiri untuk tetap terbuka menerima informasi baru, menjaga keterbukaan pikiran adalah usaha aktif, bukan kondisi otomatis.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.