وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Dan Allah menurunkan air dari langit, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang mendengarkan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءًwa-llaahu anzala mina s-samaa'i maa'andan Allah menurunkan air dari langit
  2. فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاfa-ahyaa bihi l-arda ba'da mawtihaalalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah matinya
  3. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَinna fii dzaalika la-aayatan li-qawmin yasma'uunasesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang mendengarkan
Aplikasi

Hujan yang menghidupkan bumi mati disebut 'tanda bagi kaum yang mendengarkan (dengan perhatian dan penghayatan)', mode kognitif keempat (mendengarkan secara reseptif) selain berpikir/menalar/mengingat yang muncul di ayat-ayat sebelumnya. Konkretnya: benar-benar menyerap pelajaran dari suatu peristiwa membutuhkan sikap mendengarkan yang aktif dan penuh perhatian, bukan sekadar mendengar secara pasif, melatih kualitas perhatian ini adalah keterampilan yang bisa disengaja dilatih.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.