وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ

Dan nikmat apa pun yang ada pada kalian, ia dari Allah; kemudian apabila kemudaratan menimpa kalian, kepada-Nyalah kalian meminta pertolongan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِwa-maa bikum min ni'matin fa-mina llaahidan nikmat apa pun yang ada pada kalian, ia dari Allah
  2. ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَtsumma idzaa massakumu d-durru fa-ilayhi taj'aruunakemudian apabila kemudaratan menimpa kalian, kepada-Nyalah kalian meminta pertolongan
Aplikasi

Pola yang jujur diakui: nikmat yang datang dari Allah sering dilupakan sampai kemudaratan menimpa, baru kembali memohon pertolongan-Nya, kesadaran akan pola ini adalah langkah pertama memperbaikinya. Konkretnya: melatih kesadaran akan sumber nikmat secara konsisten (bukan hanya mengingat saat krisis) adalah bentuk syukur yang lebih genuine dan konsisten daripada perhatian yang hanya muncul saat kesulitan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-'-m, a-l-h, m-s-s, d-r-r, j-a-r): ni'mah diterjemahkan 'nikmat'; massakum diterjemahkan 'menimpa kalian' (akar m-s-s putaran MSS); durr diterjemahkan 'kemudaratan' (akar d-r-r); taj'aruun diterjemahkan 'meminta pertolongan (menjerit)' (akar j-'-r). Selaras.