Ayat 16:45

أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ يَخْسِفَ اللَّهُ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ

Maka apakah orang-orang yang membuat muslihat jahat itu merasa aman bahwa Allah membenamkan mereka ke dalam bumi, atau datangnya azab kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari,

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِa-fa-amina lladziina makaruu s-sayyi'aatimaka apakah orang-orang yang membuat muslihat jahat itu merasa aman
  2. أَنْ يَخْسِفَ اللَّهُ بِهِمُ الْأَرْضَan yakhsifa llaahu bihimu l-ardabahwa Allah membenamkan mereka ke dalam bumi
  3. أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَaw ya'tiyahumu l-adzaabu min haytsu laa yash'uruunaatau datangnya azab kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari
Aplikasi

Peringatan terhadap rasa aman yang salah di kalangan para perencana kejahatan, konsekuensi bisa datang tanpa terduga, dari arah dan waktu yang tidak diperkirakan. Konkretnya: mewaspadai rasa aman berlebihan saat melakukan sesuatu yang salah (merasa 'aman karena belum ketahuan') adalah kesalahan berpikir yang perlu dikoreksi, ketidakpastian waktu dan cara konsekuensi datang seharusnya mendorong kehati-hatian, bukan rasa santai.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-m-n, m-k-r, s-w-a, kh-s-f, a-l-h, a-r-d, a-t-y, '-dz-b, h-y-ts, sh-'-r): makaruu s-sayyi'aat diterjemahkan 'membuat makar jahat' (akar m-k-r putaran MKR); yakhsifa diterjemahkan 'membenamkan' (akar kh-s-f); yash'uruun diterjemahkan 'menyadari' (akar sh-'-r). gloss '(dari bencana)/(terhadap)' dibuang.

Ayat 16:46

أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِي تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُمْ بِمُعْجِزِينَ

atau Dia mengazab mereka dalam perjalanan mereka, sehingga mereka tidak berdaya menolaknya,

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِي تَقَلُّبِهِمْaw ya'khudzahum fii taqallubihimatau Dia mengazab mereka dalam perjalanan mereka
  2. فَمَا هُمْ بِمُعْجِزِينَfa-maa hum bi-mu'jiziinasehingga mereka tidak berdaya menolaknya
Aplikasi

Kerentanan bahkan di tengah 'perjalanan/aktivitas biasa' mereka, konsekuensi tidak terbatas pada momen dramatis saja, bisa datang di tengah rutinitas biasa sekalipun. Konkretnya: kewaspadaan moral tidak boleh hanya diterapkan pada momen-momen besar, karena konsekuensi bisa muncul di tengah aktivitas sehari-hari yang paling biasa sekalipun.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-kh-dz, q-l-b, '-j-z): ya'khudhahum diterjemahkan 'mengazab mereka' (akar '-kh-dz); taqallub diterjemahkan 'perjalanan (bolak-balik)' (akar q-l-b); mu'jiziin diterjemahkan 'yang berdaya menolak' (akar '-j-z). Selaras.

Ayat 16:47

أَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلَىٰ تَخَوُّفٍ فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

atau Dia mengazab mereka secara berangsur dengan rasa takut. Maka sesungguhnya Tuhan kalian penuh iba lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلَىٰ تَخَوُّفٍaw ya'khudzahum alaa takhawwufinatau Dia mengazab mereka secara berangsur dengan rasa takut
  2. فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌfa-inna rabbakum la-ra'uufun rahiimunmaka sesungguhnya Tuhan kalian penuh iba lagi pengasih
Aplikasi

Peringatan tentang konsekuensi bertahap langsung dipasangkan dengan penegasan sifat penuh iba dan pengasih Tuhan, keseriusan peringatan dan kasih sayang mendasar disampaikan berdampingan, bukan saling meniadakan. Konkretnya: mengakui adanya konsekuensi serius atas suatu tindakan tidak bertentangan dengan keyakinan mendasar bahwa ada kasih sayang yang tetap berlaku, kedua kebenaran ini bisa dipegang bersamaan tanpa kontradiksi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. terjemahan lain memakai *ra'uuf* di 13 ayatnya: “Maha Penyantun” 5×, “belas kasihan” (24:2), “kesantunan” (57:27), lain 2. diterjemahkan *rahmaan* (53×), *rahiim* (10×), **dan *ra'uuf* (4×)“penuh iba lagi pengasih”**, *ra'uuf*=“penuh iba” (PERASAAN), *rahiim*=“pengasih” (PEMBERIAN). Huruf kecil: corpus menandai 13/13 *ra'uuf*. KBBI VI: *iba*¹ = (adjektiva) “berbelas kasihan; terharu dan kasihan”, kelas kata cocok (*ra'uuf* memang ADJ), contohnya bahkan tentang HATI. with rahmah”, keduanya sinonim, dan itu melanggar prinsip non-redundansi10 dari 13** *ra'uuf* berdampingan dengan r-h-m. Qur'an tak mengulang percuma., hlm (*ra'fah* = yang daripada *rahmah*) + hlm (al-Raaghib: *rahmah* untuk Sang Pencipta = “beneficence ”). Dua entri, dua halaman diterjemahkan ***ra'fah* memikul KELEMBUTAN, *rahmah* memikul PEMBERIANDANPalang lolos telak di 24:2ta'khudhkum** bihimaa ra'fatun”, *ra'fah* orang & menahan tangannya dari mendera; “rahmat/pemberian” di situ. menguatkan: “dalam mereka *ra'fatan wa rahmatan*”, keduanya bersama, di hati diterjemahkan harus BEDA. Temuan ini kesimpulan r-h-m = pemberian dari arah yang bebas. Rujukan: Corpus ayat ini: = LEM:ra'uwf ROOT:rAf,; = LEM:r~aHiym ROOT:rHm,.