إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ فَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ قُلُوبُهُمْ مُنْكِرَةٌ وَهُمْ مُسْتَكْبِرُونَ
Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari, dan mereka adalah orang-orang yang menyombongkan diri.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌilaahukum ilaahun waahidunTuhan kalian adalah Tuhan Yang Esa
- فَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ قُلُوبُهُمْ مُنْكِرَةٌfa-lladziina laa yu'minuuna bi-l-aakhirati quluubuhum munkiratunmaka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari
- وَهُمْ مُسْتَكْبِرُونَwa-hum mustakbiruunadan mereka adalah orang-orang yang menyombongkan diri
Aplikasi
Keesaan Tuhan dikaitkan langsung dengan kondisi psikologis: hati yang tidak beriman pada akhirat digambarkan 'mengingkari' dan 'sombong', ketidakpercayaan dikaitkan dengan sikap batin (penolakan, kesombongan), bukan semata kurangnya informasi. Konkretnya: keraguan yang menetap sering kali lebih terkait sikap batin (keengganan menerima, kesombongan) daripada kurangnya bukti, introspeksi jujur tentang sikap batin sendiri terhadap kebenaran yang sudah jelas lebih berguna daripada terus mencari alasan pembenaran intelektual.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. of saghiir, but see azhiim'; keluarga memuat 'the greatest, or oldest, ancestor' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.