قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ
Dia berkata, “Adakah orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya selain orang-orang yang sesat?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِqaala wa-man yaqnatu min rahmati rabbihidia berkata, adakah orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya
- إِلَّا الضَّالُّونَillaa d-daalluunaselain orang-orang yang sesat
Aplikasi
Ibrahim sendiri segera menegaskan prinsip yang mendasari keheranannya: 'Adakah orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya selain orang yang sesat?', klarifikasi cepat bahwa keheranannya soal keadaan spesifik, bukan keraguan mendasar. Konkretnya: mengungkapkan keheranan jujur terhadap sesuatu yang tampak mustahil tidak sama dengan meragukan prinsip dasarnya, kemampuan membedakan dan segera mengklarifikasi kedua hal ini (heran vs. tidak percaya) adalah kejernihan berpikir yang berguna saat menghadapi kabar yang sulit dipercaya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…Dia (Ibrahim) berkata, “Adakah orang …”. 1' Corpus ayat ini: «r~aHomapi, tanpa-al».