رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ

Sering kali orang-orang yang kufur menginginkan sekiranya mereka dahulu menjadi orang-orang yang berserah diri.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. رُبَمَا يَوَدُّrubamaa yawaddusering kali menginginkan
  2. الَّذِينَ كَفَرُواalladziina kafaruuorang-orang yang kufur
  3. لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَlaw kaanuu muslimiinasekiranya mereka dahulu menjadi orang-orang yang berserah diri
Aplikasi

Gambaran yang mengharukan: bahkan mereka yang paling percaya diri menolak kebenaran kelak 'sering kali menginginkan, sekiranya mereka dahulu menjadi orang-orang yang berserah diri', penyesalan retrospektif yang universal, bahkan bagi yang paling yakin dengan penolakan mereka. Konkretnya: keyakinan penuh percaya diri dalam menolak sesuatu sekarang tidak menjamin tidak akan ada penyesalan mendalam nanti, kesadaran bahwa bahkan penolakan yang paling mantap sekalipun berpotensi berubah menjadi penyesalan besar di kemudian hari layak menjadi bahan refleksi sebelum terlalu yakin dengan penolakan sendiri terhadap sesuatu yang belum sepenuhnya diperiksa.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain merender s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). PASS: penyelarasan ulang kau/engkau/kalian menyusul. akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'. Lih. Versi lama catatan ini keliru di kedua titik itu;).