وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan Dia memberi kalian dari segala yang kalian mohonkan kepada-Nya. Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, kalian tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia benar-benar sangat zalim lagi sangat kufur.

Terjemahan bertahap (6 jeda)
  1. وَآتَاكُمْwa-aataakumdan Dia memberi kalian
  2. مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُmin kulli maa sa'altumuuhudari segala yang kalian mohonkan kepada-Nya
  3. وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِwa-in ta'udduu ni'mata llaahidan jika kalian menghitung nikmat Allah
  4. لَا تُحْصُوهَاlaa tuhsuuhaakalian tidak akan mampu menghitungnya
  5. إِنَّ الْإِنْسَانَinna l-insaanasesungguhnya manusia
  6. لَظَلُومٌ كَفَّارٌla-zhaluumun kaffaarunbenar-benar sangat zalim lagi sangat kufur
Aplikasi

Kontras tajam: kelimpahan pemberian yang 'tidak akan mampu dihitung' dihadapkan dengan diagnosis keras tentang manusia, 'sangat zalim lagi sangat kufur'. Konkretnya: kesadaran akan skala kelimpahan yang diterima (sebagian besar tidak disadari atau dianggap remeh) seharusnya memicu refleksi jujur tentang seberapa sering rasa syukur benar-benar dipraktikkan dibanding dianggap biasa saja, kecenderungan mengabaikan kelimpahan yang sudah ada adalah kecenderungan manusiawi yang perlu dilawan secara sadar.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-t-y, k-l-l, s-a-l, '-d-d, n-'-m, a-l-h, h-s-y, a-n-s, zh-l-m, k-f-r): sa'altumuuh diterjemahkan 'kalian mohonkan kepada-Nya' (akar s-'-l); ta'udduu diterjemahkan 'menghitung' (akar '-d-d); laa tuhsuuhaa diterjemahkan 'tidak mampu menghitungnya' (akar h-s-y); zhaluum/kaffaar diterjemahkan 'sangat zalim/sangat kufur' (akar zh-l-m, akar k-f-r). Selaras.