وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۗ إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرٌ ۖ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ
Dan orang-orang yang kufur berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya suatu tanda dari Tuhannya?” Sesungguhnya engkau hanyalah pemberi peringatan, dan bagi setiap kaum ada pemberi petunjuk.
Terjemahan bertahap (8 jeda)
- وَيَقُولُwa-yaquuludan berkata
- الَّذِينَ كَفَرُواalladziina kafaruuorang-orang yang kufur
- لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِlawlaa unzila alayhimengapa tidak diturunkan kepadanya
- آيَةٌ مِنْ رَبِّهِaayatun min rabbihisuatu tanda dari Tuhannya
- إِنَّمَا أَنْتَinnamaa antasesungguhnya engkau hanyalah
- مُنْذِرٌmundzirunpemberi peringatan
- وَلِكُلِّ قَوْمٍwa-li-kulli qawmindan bagi setiap kaum
- هَادٍhaadinpemberi petunjuk
Aplikasi
Tuntutan orang kufur agar 'diturunkan tanda' dijawab dengan pengalihan peran: Nabi hanyalah pemberi peringatan, dan 'bagi setiap kaum ada pemberi petunjuk', bukan tugas pembawa pesan untuk memuaskan tuntutan bukti spektakuler. Konkretnya: menunda keyakinan sampai mendapat 'bukti ajaib' yang menurut selera sendiri adalah taktik menghindar, bukan pencarian jujur, petunjuk sudah tersedia bagi siapa yang mau memperhatikan apa yang sudah disampaikan, bukan menunggu tontonan luar biasa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. Thou art but a warner;