Ayat 12:63
فَلَمَّا رَجَعُوا إِلَىٰ أَبِيهِمْ قَالُوا يَا أَبَانَا مُنِعَ مِنَّا الْكَيْلُ فَأَرْسِلْ مَعَنَا أَخَانَا نَكْتَلْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Maka ketika mereka kembali kepada ayah mereka, mereka berkata, “Wahai ayah kami, takaran dihalangi dari kami. Maka utuslah saudara kami bersama kami agar kami mendapat takaran, dan sesungguhnya kami benar-benar penjaga-penjaganya.”
Terjemahan bertahap (15 jeda)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- رَجَعُواraja'uumereka kembali
- إِلَىٰ أَبِيهِمْilaa abiihimkepada ayah mereka
- قَالُواqaaluumereka berkata
- يَا أَبَانَاyaa abaanaawahai ayah kami
- مُنِعَmuni'adihalangi
- مِنَّاminnaadari kami
- الْكَيْلُal-kaylutakaran
- فَأَرْسِلْfa-arsilmaka utuslah
- مَعَنَاma'anaabersama kami
- أَخَانَاakhaanaasaudara kami
- نَكْتَلْnaktalkami mendapat takaran
- وَإِنَّاwa-innaadan sesungguhnya kami
- لَهُlahubaginya
- لَحَافِظُونَla-haafizhuunabenar-benar penjaga-penjaga
Aplikasi
Permintaan saudara-saudara disertai janji perlindungan, pengulangan janji yang sama seperti sebelumnya terhadap Yusuf, sebuah pola yang memicu kewaspadaan wajar mengingat riwayat yang sudah terjadi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-j-', a-b-w, q-w-l, m-n-', k-y-l, r-s-l, a-kh-w, h-f-zh): muni'a diterjemahkan 'dihalangi (dilarang)' (akar m-n-'); kayl/naktal diterjemahkan 'takaran/mendapat takaran' (akar k-y-l); haafizhuun diterjemahkan 'penjaga-penjaga', akar h-f-zh (putaran 60; klaim menjaga Bunyamin, gema klaim 12:12 atas Yusuf, ironis). gloss '(Ya'qub)/(gandum)/(jika tidak membawa saudara kami)' dibuang.
Ayat 12:64
قَالَ هَلْ آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَىٰ أَخِيهِ مِنْ قَبْلُ ۖ فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Ya'qub berkata, “Apakah aku akan mempercayakan kepada kalian atasnya, kecuali sebagaimana aku telah mempercayakan kepada kalian atas saudaranya sebelum ini? Maka Allah sebaik-baik penjaga, dan Dia paling pengasih di antara para pemberi rahmat.”
Terjemahan bertahap (14 jeda)
- قَالَqaalaYa'qub berkata
- هَلْ آمَنُكُمْhal aamanukumapakah aku akan mempercayakan kepada kalian
- عَلَيْهِalayhidia
- إِلَّاillaakecuali
- كَمَاkamaasebagaimana
- أَمِنْتُكُمْamintukumaku telah mempercayakan kepada kalian
- عَلَىٰ أَخِيهِalaa akhiihisaudaranya
- مِنْ قَبْلُmin qablusebelum ini
- فَاللَّهُfa-llaahumaka Allah
- خَيْرٌkhayrunsebaik-baik
- حَافِظًاhaafizhanpenjaga
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- أَرْحَمُarhamupaling pengasih di antara
- الرَّاحِمِينَar-raahimiinapara pemberi rahmat
Aplikasi
Ya'qub menolak percaya begitu saja berdasarkan riwayat masa lalu: 'Bagaimana aku akan memercayakannya. seperti halnya dahulu aku telah memercayakan saudaranya?', kepercayaan yang beralasan pada rekam jejak nyata, bukan kecurigaan tanpa dasar. Konkretnya: kewaspadaan terhadap seseorang yang sebelumnya terbukti tidak bisa dipercaya (bahkan jika mereka berjanji lagi) adalah kehati-hatian yang beralasan, bukan sikap tidak adil, mempertimbangkan rekam jejak nyata sebelum memberi kepercayaan ulang adalah kebijaksanaan, bukan dendam yang berkepanjangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang di antara para penyayang”. terjemahan ini:. lema *raahimiin* yang SAMA ia render di 23:109 & 23:118 (rumus *khayr ar-raahimiin* diterjemahkan “sebaik-baik pemberi rahmat”) tapi di 4 ayat rumus *arham*. Dan (*rahmah* = PEMBERIAN) & sejalan dengan verba *rahima* diterjemahkan “merahmati” (26/28 di DB). Di sini Arab punya elatif, superlatif diterjemahkan. Tapi terjemahan lain merender *khayr* (elatif) diterjemahkan (superlatif Indonesia) sementara *arham* (elatif) diterjemahkan (bukan superlatif, cuma penguat kabur). terjemahan lain sendiri membuktikan Indonesia punya alatnya. Idiom menuntut (“sebaik-baik”, “sepandai-pandai”), dan “rahmat” itu, jadi buntu. Dasarnya ditemukan di = “bersifat belas kasihan; bersifat penyayang”, contohnya bahkan., KBBI (n)=“kandungan” & (a)=“belas kasihan”,. Jangkar kerangka kita (*arhaam* = rahim = organ) ternyata, dan penuturnya memakainya tanpa sadar keduanya satu akar. diterjemahkan “serahim-rahim” bertabrakan dengan *arhaam* diterjemahkan “rahim” (kandungan); ia. Konteks memisahkan: 22:5 “dalam …” vs ayat ini “…”. Ini membatalkan *rahiim* diterjemahkan “pengasih”: berdiri sendiri, “rahim” terbaca (itulah sebabnya “Sang Rahim” ditolak di basmalah,). Dalam bentuk, pembacaan kandungan, tak ada “sekandungan-kandungan”;. Rujukan: ' Corpus ayat ini: = LEM:>aroHam ROOT:rHm, pola, superlatif SUNGGUHAN secara tata bahasa; = LEM:r~aHimiyn, jamak,. *Arham* muncul langsung diikuti *raahimiin* (7:151, 12:64, 12:92, 21:83), rumus baku.