وَقَالَ الَّذِي نَجَا مِنْهُمَا وَادَّكَرَ بَعْدَ أُمَّةٍ أَنَا أُنَبِّئُكُمْ بِتَأْوِيلِهِ فَأَرْسِلُونِ

Dan orang yang selamat di antara keduanya berkata, teringat setelah beberapa waktu, “Aku akan memberitakan kepada kalian takwilnya, maka utuslah aku.”

Terjemahan bertahap (13 jeda)
  1. وَwa-dan
  2. قَالَqaalaberkata
  3. الَّذِيalladziiorang yang
  4. نَجَاnajaaselamat
  5. مِنْهُمَاminhumaadari keduanya
  6. وَwa-dan
  7. ادَّكَرَiddakarateringat
  8. بَعْدَba'dasetelah
  9. أُمَّةٍummatinbeberapa waktu
  10. أَنَاanaaaku
  11. أُنَبِّئُكُمْunabbi'ukumakan memberitakan kepada kalian
  12. بِتَأْوِيلِهِbi-ta'wiilihitakwilnya
  13. فَأَرْسِلُونِfa-arsiluunimaka utuslah aku
Aplikasi

Ingatan yang tertunda akhirnya muncul juga: 'teringat setelah beberapa waktu', janji yang sempat terlupakan pada akhirnya ditepati, meski setelah penundaan yang tidak seharusnya terjadi. Konkretnya: lebih baik terlambat menepati janji atau memperbaiki kelalaian daripada tidak sama sekali, kesediaan bertindak begitu teringat, meski sudah terlambat, tetap punya nilai dan membuka jalan pemulihan yang sebelumnya tertunda.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, n-j-w, dz-k-r, b-'-d, a-m-m, n-b-a, a-w-l, r-s-l): najaa diterjemahkan 'selamat' (akar n-j-w); iddakara diterjemahkan 'teringat' (akar dz-k-r); ta'wiil diterjemahkan 'takwil' (akar '-w-l); arsiluun diterjemahkan 'utuslah aku' (akar r-s-l). gloss '(perihal Yusuf)/(orang yang pandai)' dibuang.