وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ مَا كَانَ لَنَا أَنْ نُشْرِكَ بِاللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ
Aku mengikuti ajaran leluhurku, Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub. Tidak pantas bagi kami mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Itu dari karunia Allah atas kami dan atas manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
Terjemahan bertahap (31 jeda)
- وَwa-dan
- اتَّبَعْتُittaba'tuaku mengikuti
- مِلَّةَmillataajaran
- آبَائِيaabaa'iileluhurku
- إِبْرَاهِيمَIbraahiimaIbrahim
- وَwa-dan
- إِسْحَاقَIshaaqaIshaq
- وَwa-dan
- يَعْقُوبَYa'quubaYa'qub
- مَاmaatidak
- كَانَkaanaadalah
- لَنَاlanaabagi kami
- أَنْanbahwa
- نُشْرِكَnushrikakami mempersekutukan
- بِاللَّهِbillaahidengan Allah
- مِنْmindari
- شَيْءٍshay'insesuatu
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- مِنْmindari
- فَضْلِfadlikarunia
- اللَّهِAllaahiAllah
- عَلَيْنَاalaynaaatas kami
- وَwa-dan
- عَلَىalaaatas
- النَّاسِan-naasimanusia
- وَwa-dan
- لَٰكِنَّlaakinnatetapi
- أَكْثَرَaktsarakebanyakan
- النَّاسِan-naasimanusia
- لَاlaatidak
- يَشْكُرُونَyashkuruunamereka bersyukur
Aplikasi
Kelanjutan tradisi leluhur dibingkai sebagai 'karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya)', warisan nilai yang baik dipandang punya manfaat yang melampaui keluarga sendiri, meluas ke manusia secara umum. Konkretnya: nilai-nilai baik yang diwariskan dan dijaga dalam sebuah keluarga punya potensi manfaat yang melampaui keluarga itu sendiri, memandang warisan nilai baik sebagai sesuatu yang bisa dibagikan dan bermanfaat luas (bukan hanya milik eksklusif keluarga) memperluas makna menjaga tradisi yang baik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain merender millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'; penyelarasan ulang kau/engkau/kalian menyusul (pass terpadu). Millah (akar m-l-h, akar m-l-l; lemma corpus 'mil~ap'). Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini: millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.