يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ

Pada hari ia datang, tidak seorang jiwa pun berbicara kecuali dengan izin-Nya. Maka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِyawma ya'ti laa takallamu nafsun illaa bi-idznihipada hari ia datang, tidak seorang jiwa pun berbicara kecuali dengan izin-Nya
  2. فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌfa-minhum shaqiyyun wa-sa'iidunmaka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia
Aplikasi

Kontrol menyeluruh atas momen penentu digambarkan detail: bahkan berbicara pun memerlukan izin, struktur yang sepenuhnya tertib, berujung pada pembagian jelas antara yang sengsara dan yang berbahagia.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar y-w-m, a-t-y, k-l-m, n-f-s, a-dz-n, sh-q-w, s-'-d): laa takallamu nafs diterjemahkan 'tak seorang jiwa berbicara' (akar k-l-m KLM); idhn diterjemahkan 'izin' (akar '-dz-n); shaqiyy/sa'iid diterjemahkan 'sengsara/berbahagia' (akar sh-q-w, akar s-'-d). Selaras.