وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ

Wahai kaumku, inilah unta betina Allah sebagai tanda bagi kalian. Oleh karena itu, biarkanlah dia makan di bumi Allah dan janganlah kalian memperlakukannya dengan buruk yang akan menyebabkan kalian segera ditimpa azab.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌwa-yaa qawmi haadzihi naaqatu llaahi lakum aayatan fa-dzaruuhaa ta'kul fii ardi llaahi wa-laa tamassuuhaa bi-suu'in fa-ya'khudzakum adzaabun qariibunwahai kaumku, inilah unta betina Allah sebagai tanda bagi kalian, oleh karena itu biarkanlah dia makan di bumi Allah dan janganlah kalian memperlakukannya dengan buruk yang akan menyebabkan kalian segera ditimpa azab
Aplikasi

Ujian konkret lewat unta betina diulang, komitmen diuji lewat tindakan spesifik dan nyata (menahan diri dari mengganggu makhluk hidup), bukan sekadar pernyataan keyakinan abstrak.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.