Ayat 10:66
أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ ۗ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Ketahuilah, sesungguhnya milik Allah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah tidaklah mengikuti sekutu-sekutu. Mereka hanya mengikuti persangkaan, dan mereka hanyalah menduga-duga.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِalaa inna li-llaahi man fii s-samaawaati wa-man fii l-ardiketahuilah, sesungguhnya milik Allah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi
- وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَwa-maa yattabi'u lladziina yad'uuna min duuni llaahi shurakaa'adan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah tidaklah mengikuti sekutu-sekutu
- إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَin yattabi'uuna illaa zh-zhanna wa-in hum illaa yakhrusuunamereka hanya mengikuti persangkaan, dan mereka hanyalah menduga-duga
Aplikasi
Kritik terhadap ketergantungan pada persangkaan tanpa dasar diulang lagi: 'mereka hanya mengikuti persangkaan, dan mereka hanyalah menduga-duga', pengulangan tema yang menegaskan pentingnya prinsip evidensial ini di berbagai konteks berbeda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, s-m-w, a-r-d, t-b-', d-'-w, d-w-n, sh-r-k, zh-n-n, kh-r-s): yad'uuna diterjemahkan 'menyeru' (akar d-'-w); shurakaa' diterjemahkan 'sekutu-sekutu'; zhann diterjemahkan 'persangkaan' (akar zh-n-n); yakhrusuun diterjemahkan 'menduga-duga' (akar kh-r-s, spt 6:116). gloss '(suatu kebenaran)' dibuang.
Ayat 10:67
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
Dialah yang menjadikan malam bagi kalian agar kalian beristirahat padanya, dan siang terang benderang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًاhuwa lladzii ja'ala lakumu l-layla li-taskunuu fiihi wa-n-nahaara mubsiranDialah yang menjadikan malam bagi kalian agar kalian beristirahat padanya, dan siang terang benderang
- إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَinna fii dzaalika la-aayaatin li-qawmin yasma'uunasesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengar
Aplikasi
Fungsi praktis siang-malam ditutup dengan bagian kalimat penting: 'tanda-tanda bagi kaum yang mau mendengar', kesediaan mendengarkan/memperhatikan menjadi filter yang menentukan siapa yang benar-benar mendapat manfaat dari tanda yang tersedia bagi semua. Konkretnya: hal-hal yang tersedia secara merata bagi semua orang (siklus alam, kesempatan) hanya benar-benar bermanfaat bagi yang bersedia memperhatikannya dengan sungguh-sungguh, kesediaan mendengarkan/memperhatikan adalah variabel yang menentukan, bukan ketersediaan itu sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.
Ayat 10:68
قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ ۖ هُوَ الْغَنِيُّ ۖ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ إِنْ عِنْدَكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بِهَٰذَا ۚ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Mereka berkata, “Allah mengangkat anak.” Mahasuci Dia. Dia berkecukupan. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kalian tidak mempunyai alasan kuat tentang ini. Pantaskah kalian mengatakan tentang Allah apa yang tidak kalian ketahui?
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًاqaaluu ttakhadza llaahu waladanmereka berkata, Allah mengangkat anak
- سُبْحَانَهُsubhaanahuMahasuci Dia
- هُوَ الْغَنِيُّhuwa l-ghaniyyuDia berkecukupan
- لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِlahu maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardimilik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi
- إِنْ عِنْدَكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بِهَٰذَاin indakum min sultaanin bi-haadzaakalian tidak mempunyai alasan kuat tentang ini
- أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَa-taquuluuna alaa llaahi maa laa ta'lamuunapantaskah kalian mengatakan tentang Allah apa yang tidak kalian ketahui
Aplikasi
Argumen logis: kecukupan diri sepenuhnya (al-ghaniyy, tidak membutuhkan apa pun) menjadi dasar penolakan konsep kebutuhan akan keturunan, kebutuhan akan kelangsungan lewat anak hanya relevan bagi yang terbatas dan fana. Konkretnya: kebutuhan akan warisan/kelangsungan lewat sesuatu di luar diri (anak, karya, nama) adalah ciri dari keterbatasan, memahami perbedaan antara yang benar-benar berkecukupan dan yang masih membutuhkan legacy eksternal membantu menilai klaim tentang apa yang sesungguhnya 'lengkap' tanpa kekurangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).