Ayat 10:62

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَalaa inna awliyaa'a llaahi laa khawfun alayhim wa-laa hum yahzanuunaketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih
Aplikasi

Definisi 'wali Allah' (orang dekat dengan-Nya) diberikan dengan kriteria yang dapat diakses semua orang: bebas dari rasa takut dan kesedihan berlebihan, bukan status eksklusif yang hanya dimiliki segelintir orang istimewa.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya (bagi) para wali Allah itu tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih. *awliyaa'a llaah* diterjemahkan 'wali-wali Tuhan' (bukan 'wali-wali Allah'), lih. flag Tuhan/Allah di bawah; 'wali' dipertahankan sbg serapan (bukan diterjemah 'pelindung/sekutu-dekat'), konsisten kepakaian umum KBBI 'wali' = org dekat-Allah, istilah sudah mapan di bahasa Indonesia religius. ayat ini bagian dari 66 ayat 'penyaringan-lawas' (ditulis sblm konvensi korpus-luas mapan), memakai 'Tuhan' utk *Allaah* (gaya dekat sebagian penerjemah 'heed warning'), BERBEDA dari konvensi 6.170 ayat lainnya di korpus ini yg memakai 'Allah' (nama, bukan diterjemah) 'beriman'. Ini BUKAN kesalahan makna (kedua terjemahan valid scr leksikal), tapi inkonsistensi GAYA internal yg jujur dicatat di sini, bukan didiamkan.

Ayat 10:63

الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

Yaitu orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَalladziina aamanuu wa-kaanuu yattaquunayaitu orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa
Aplikasi

Kriteria kedekatan itu didefinisikan sederhana: 'orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa', dua kualitas yang bisa diusahakan siapa pun, bukan karunia khusus yang hanya diberikan pada segelintir terpilih. Konkretnya: status istimewa (kedekatan, keberuntungan spiritual) di sini didefinisikan lewat kualitas yang bisa diusahakan siapa pun (keyakinan konsisten dan kesadaran diri), ini menghapus gagasan bahwa hanya orang-orang tertentu yang 'ditakdirkan' istimewa, semua orang punya akses yang sama menuju kriteria ini.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-m-n, k-w-n, w-q-y): aamanuu diterjemahkan 'beriman'; yattaquun diterjemahkan 'bertakwa' (akar w-q-y). gloss '(Mereka adalah)' dibuang.