Ayat 9:113
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
Tidak ada hak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik, sekalipun mereka kerabat, setelah jelas bagi mereka bahwa sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka yang menyala-nyala.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِmaa kaana li-n-nabiyyi wa-lladziina aamanuu an yastaghfiruu li-l-mushrikiina wa-law kaanuu ulii qurbaa min ba'di maa tabayyana lahum annahum ashaabu l-jahiimitidak ada hak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik, sekalipun mereka kerabat, setelah jelas bagi mereka bahwa sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka yang menyala-nyala
Aplikasi
Batas yang jelas ditegaskan: pembelaan atau doa tidak diperluas tanpa batas begitu kenyataan sudah jelas, bahkan bagi kerabat sekalipun, 'setelah jelas baginya bahwa mereka adalah penghuni Jahim'. Konkretnya: kedekatan hubungan (keluarga, teman dekat) tidak mengharuskan pembelaan tanpa batas terhadap sesuatu yang sudah jelas terbukti salah, ada titik di mana kejujuran terhadap kenyataan lebih penting daripada loyalitas buta karena kedekatan hubungan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…beriman untuk memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi oran…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Corpus ayat ini: «yasotagofiru, tanpa-al». istaghfara diterjemahkan 'memohon ampun'.
Ayat 9:114
وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ
Dan permohonan ampunan Ibrahim untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah dia ikrarkan kepadanya. Maka ketika jelas baginya bahwa dia adalah musuh Allah, dia berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim benar-benar seorang yang sangat lembut hatinya lagi penahan murka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُwa-maa kaana stighfaaru ibraahiima li-abiihi illaa an maw'idatin wa'adahaa iyyaahu fa-lammaa tabayyana lahu annahu aduwwun lillaahi tabarra'a minhudan permohonan ampunan Ibrahim untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah dia ikrarkan kepadanya, maka ketika jelas baginya bahwa dia adalah musuh Allah, dia berlepas diri darinya
- إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌinna ibraahiima la-awwaahun haliimunsesungguhnya Ibrahim benar-benar seorang yang sangat lembut hatinya lagi penahan murka
Aplikasi
Bahkan Ibrahim, digambarkan 'sangat lembut hatinya', membatasi doanya untuk ayahnya begitu kenyataan menjadi jelas tak terbantahkan, kelembutan hati tidak berarti penyangkalan tanpa batas terhadap kenyataan yang sudah jelas. Konkretnya: kasih sayang dan kelembutan hati sejati tidak mengharuskan mengabaikan kenyataan yang sudah jelas, bahkan figur paling penyayang sekalipun perlu mengenali kapan harapan/doa perlu disesuaikan dengan kenyataan yang tak lagi bisa disangkal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain: 'Maha Penyantun' (atau varian, LIMA terjemahan utk satu lema: Maha Penyantun/penyantun/sangat penyantun/sangat lembut/sangat santun). Dua cacat: (a) 'Maha'+kapital tanpa dasar, corpus INDEFINIT; (b) 'penyantun' salah kata: KBBI VI, nomina 'penyantun' = 'orang sopan/suka menaruh belas kasihan/suka menolong/dewan pelindung', makna 'sabar dan tenang' (yang ada di adjektiva santun¹) HILANG pada turunannya, jebakan derivasi persis 'welas asih'; indra belas-kasihan/ menolong juga menabrak wilayah ra'uuf ('iba'). terjemahan ini: 'penahan murka'. haliim dipakai utk MANUSIA 4× (Ibrahim 9:114 & 11:75; anak/ Ismail 37:101 'ghulaamin haliim'; Syu'aib 11:87) diterjemahkan SIFAT, bukan nama (pola rahiim/ ra'uuf). sebagian penerjemah 'clement' 15/15. hilm ≠ sabr (menahan-balasan vs menanggung-derita) ≠ ra'fah (perasaan iba) ≠ santun (adab). Rumus: ghafuurun haliim 6×; aliimun haliim 3×. Corpus: haliim INDEFINIT di ayat ini (14/15 kemunculan indefinit, termasuk SEMUA yang tentang Allah). Konteks pengunci: 2:225 (tak menghukum keseleo sumpah), 35:41 (MENAHAN langit-bumi agar tak lenyap).