وَآخَرُونَ مُرْجَوْنَ لِأَمْرِ اللَّهِ إِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang lain yang ditangguhkan kepada urusan Allah. Mungkin Dia akan mengazab mereka dan mungkin Dia akan menyambut tobat mereka. Dan Allah berilmu lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَآخَرُونَ مُرْجَوْنَ لِأَمْرِ اللَّهِ إِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيْهِمْwa-aakharuuna murjawna li-amri llaahi immaa yu'adzdzibuhum wa-immaa yatuubu alayhimdan orang-orang lain yang ditangguhkan kepada urusan Allah, mungkin Dia akan mengazab mereka dan mungkin Dia akan menyambut tobat mereka
- وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌwa-llaahu aliimun hakiimundan Allah berilmu lagi penuh hikmah
Aplikasi
Pengakuan jujur akan ketidakpastian: 'Mungkin Dia akan mengazab mereka dan mungkin Dia akan menyambut tobat mereka', bahkan dalam kasus spesifik ini, hasil akhir dibiarkan terbuka, tidak dipaksakan kepastian prematur. Konkretnya: tidak semua situasi butuh kesimpulan pasti segera, kesediaan membiarkan sebuah hasil tetap terbuka/belum pasti (daripada memaksakan penilaian dini) kadang merupakan kejujuran yang lebih tepat daripada kepastian yang terburu-buru.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain 'menerima tobat' diterjemahkan terjemahan ini 'menyambut tobat' (agensi aktif dipulihkan; crux 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu'). Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3.