أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka dan bahwa sesungguhnya Allah berilmu akan segala yang gaib?

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ عَلَّامُ الْغُيُوبِa-lam ya'lamuu anna llaaha ya'lamu sirrahum wa-najwaahum wa-anna llaaha allaamu l-ghuyuubitidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka dan bahwa sesungguhnya Allah berilmu akan segala yang gaib
Aplikasi

Ketidaktahuan yang disayangkan: 'Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka?', usaha menyembunyikan sesuatu diam-diam pada akhirnya sia-sia terhadap kesadaran yang menyeluruh. Konkretnya: mengandalkan kerahasiaan untuk menyembunyikan niat atau tindakan yang bermasalah adalah strategi yang rapuh dan sementara, hidup dengan asumsi bahwa 'tidak ada yang tahu' cenderung menghasilkan perilaku yang berbeda (dan lebih buruk) daripada hidup dengan kesadaran bahwa transparansi sejati selalu ada.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: lema aalim/'allaam ditangani per konvensi (bentuk verbal dijaga); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').