خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًاkhaalidiina fiihaa abadanmereka kekal di dalamnya selama-lamanya
- إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌinna llaaha indahu ajrun azhiimunsesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang agung
Aplikasi
‘Kekal selama-lamanya’ ditegaskan berpasangan dengan ‘pahala yang agung di sisi Allah’, penekanan pada kualitas sumber ganjaran, bukan sekadar durasinya. Konkretnya: saat menghitung untung-rugi sebuah pilihan hidup, pertimbangkan bukan hanya seberapa besar hasilnya tapi juga betapa kokoh jaminannya, pilihan yang bersandar pada sesuatu yang pasti lebih berharga daripada keuntungan besar tapi rapuh dan sementara.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.