أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Apakah kalian jadikan pemberian minuman kepada orang yang berhaji dan meramaikan Masjidilharam sama dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di hadapan Allah. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِa-ja'altum siqaayata l-haajji wa-imaarata l-masjidi l-haraami ka-man aamana billaahi wa-l-yawmi l-aakhiri wa-jaahada fii sabiili llaahiapakah kalian jadikan pemberian minuman kepada orang yang berhaji dan meramaikan Masjidilharam sama dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir serta berjihad di jalan Allah
  2. لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِlaa yastawuuna inda llaahimereka tidak sama di hadapan Allah
  3. وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَwa-llaahu laa yahdii l-qawma zh-zhaalimiinadan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim
Aplikasi

Pelayanan seremonial (memberi minum jemaah haji, mengurus bangunan masjid) secara eksplisit dinyatakan tidak setara dengan iman sungguhan disertai perjuangan nyata, ‘mereka tidak sama di hadapan Allah’. Konkretnya: jangan mengukur kontribusi seseorang hanya dari peran seremonial/administratif yang terlihat, sementara mengabaikan substansi keyakinan dan pengorbanan nyata yang jauh lebih berat dan sering tak terlihat.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

*al-* (lemma HaA^j~, PARTISIP NOMINA = 'orang yang berhaji'/peziarah,; pengecualian ini terekam di guard Hjj_berhujah, HJJ). *'umrah* nomina-pelaku sepadan (HJJ). ⟶ analog: 'orang yang haji' diterjemahkan 'orang yang ' (sejajar putusan 3:97 'melaksanakan haji' diterjemahkan 'berhaji'). (a) *'imaarat al-masjid al-haraam* dibiarkan '' krn akar (HJJ: 3 framing; sebagian penerjemah '', Lane hlm 2155 primer 'repairing to an inhabited/peopled place'); bila kelak diputus 'memakmurkan/meramaikan', ayat ini ikut. (b) gloss '(orang yang melaksanakan tugas)' = tambahan terjemahan lain di luar kelas yang sudah diputus diterjemahkan, bukan dibuang diam-diam. ⟶ akar ini. *'amira* = *'He, long'*; *'amara bi-makaanin* = *'He, resided in a place'*; *'amara* (tempat) = menjadi dihuni, *'in a flourishing state, '*. ** (hlm 2156) memikul, *''* DAN *'in a place'*. Ditambah *'umraan* dinyatakan ** ('reruntuhan/tanah terbengkalai', Lane hlm 716). diterjemahkan **Inti akar = BERTAHAN-BERLANGSUNG / TERUS TERPELIHARA, lawan BINASA & TERBENGKALAI.** Usia = lamanya orang bertahan; *'imaarah* = tempat yang terus dihuni & terpelihara. (Sejajar akar h-j-j: *qasada* memersatukan ziarah & argumen, HJJ) ⟶ (putusan opsi-2): sebelumnya terjemahan lain memakai, 'memakmurkan' (9:17, 9:18, 30:9, 11:61) vs '' (9:19, kehilangan seluruh muatan akar). 'Makmur' (KBBI) berkonotasi, sedangkan inti akar =; 'meramaikan' lebih dekat & konsisten. 9:17/9:18 '', 9:19 '', 30:9 '', 52:4 '', 11:61 ''. ⟶ tambahan terjemahan lain, sekelas '(Makkah)'/'(Arafah)'/'(Baitullah)'. Teks berbunyi *siqaayata l-haajji wa-l-masjidi l-haraam*, dua yang disandingkan ('pemberian-minum' & ''), bukan dua jabatan. ⟶ 'mengurus' diterjemahkan '' (keseragaman akar; 'mengurus' memutus kaitan dgn *ma'muur* 52:4 & *'umrah*). Entri via penuntasan-cakupan kelompok ziarah/'-m-r: basis terjemahan lain + penerapan konvensi TERPUTUS saja, (2MP diterjemahkan kalian, 2MS tetap), (buang gloss musim/laku sekitar haji; 'menunaikan/melaksanakan haji' diterjemahkan 'berhaji'), fidelitas bentuk 2:198 'Arafah' diterjemahkan 'Arafat'. Lih. /