إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya yang meramaikan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, menegakkan salat, memberikan zakat, serta tidak takut selain Allah. Maka mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَinnamaa ya'muru masaajida llaahi man aamana billaahi wa-l-yawmi l-aakhiri wa-aqaama s-salaata wa-aataa z-zakaata wa-lam yakhsha illaa llaahasesungguhnya yang meramaikan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, menegakkan salat, memberikan zakat, serta tidak takut selain Allah
  2. فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَfa-asaa ulaa'ika an yakuunuu mina l-muhtadiinamaka mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk
Aplikasi

Kepantasan sejati ditentukan oleh empat unsur konkret sekaligus: iman kepada Allah dan hari Akhir, menegakkan salat, memberi zakat, dan tidak takut kepada siapa pun selain Allah, bukan sekadar kehadiran atau jasa sosial. Konkretnya: ukur kelayakan seseorang memimpin atau mewakili sebuah nilai bukan dari popularitas atau jasa permukaan, tapi dari kombinasi keyakinan, praktik konsisten, dan keberanian moral untuk tidak tunduk pada tekanan selain prinsip tertinggi yang diyakininya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “menunaikan” diterjemahkan “memberikan”. Corpus ayat ini: «S~alawpa, TAKRIF»; «z~akawpa, TAKRIF». salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar') · zakaah diterjemahkan 'zakat' (dipertahankan: makna GANDA suci+tumbuh, jangan dikerdilkan; verba penggovongnya aataa='memberikan/berikanlah', BUKAN 'menunaikan', aataa diterjemahkan 'memberi' di 215 ayat non-zakaah, 'menunaikan' 0×;), kecuali cabang KESUCIAN (19:13/18:81) diterjemahkan 'kesucian'. ⟶ akar ini. *'amira* = *'He, long'*; *'amara bi-makaanin* = *'He, resided in a place'*; *'amara* (tempat) = menjadi dihuni, *'in a flourishing state, '*. ** (hlm 2156) memikul, *''* DAN *'in a place'*. Ditambah *'umraan* dinyatakan ** ('reruntuhan/tanah terbengkalai', Lane hlm 716). diterjemahkan **Inti akar = BERTAHAN-BERLANGSUNG / TERUS TERPELIHARA, lawan BINASA & TERBENGKALAI.** Usia = lamanya orang bertahan; *'imaarah* = tempat yang terus dihuni & terpelihara. (Sejajar akar h-j-j: *qasada* memersatukan ziarah & argumen, HJJ) ⟶ (putusan opsi-2): sebelumnya terjemahan lain memakai, 'memakmurkan' (9:17, 9:18, 30:9, 11:61) vs '' (9:19, kehilangan seluruh muatan akar). 'Makmur' (KBBI) berkonotasi, sedangkan inti akar =; 'meramaikan' lebih dekat & konsisten. 9:17/9:18 '', 9:19 '', 30:9 '', 52:4 '', 11:61 ''.